Sebagai negara agraris Indonesia dianugrahi kekayaan alam yang luar biasa ditambah letak geografis yang sangat strategis. Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh cepat. Sumber daya alam tersebut dikelola oleh para petani, sehingga pertanian di Indonesia memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat karena fungsinya sebagai penyedia utama sumber pangan di Indonesia.

Terlebih seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi, mengkibatkan tren kebutuhan pangan terus mengalami peningkatan dan menimbulkan tantangan yang semakin besar pada sektor pertanian agar dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, karena apabila pertanian di Indonesia tidak dikelola dengan baik akan terjadi krisis pangan. Selain itu sektor pertanian juga merupakan akar dalam perekonomian, Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki peran penting dan strategis dalam perekonomian. karena sumber utama dalam menyediakan bahan mentah untuk sektor industri, atau sumber energi, dengan mengelola lingkungan hidup sehingga mampu mendorong ekonomi suatu negara. Oleh karena itu pertanian dapat mengurangi kelaparan sekaligus kemiskinan masyarakat di suatu negara. Maka sangat perlu dilakukan pembangunan pertanian yang optimal demi kemajuan suatu negara. 

Melihat pentingnya pertanian di indoensia, 10 Mahasiswa di Kota Bandung yang sebagian besarnya anak petani dan perduli pada pertanian berhimpun untuk mendiskusikan kondisi pertanian di Indonesia. Mereka adalah Intan Nuraeni, Sachriel Alfarel, Istighfar Alhidayah FTP, Fikri Yulian H, Muhamad Azmy, Mohamad Busaeri, Muhamad Alan Nugraha, Syifa Lutfiah, Karlina Putri Amanda dan Siti Nurhasanah. Mereka mengatakan dalam diskusi sangat khawatir dengan kondisi pertanian di masa depan. Kekhawatiran tersebut berdasarkan yang mereka lihat dan rasakan bahwa karena zaman modern dan industri semakin maju, pertanian mulai tersingkir, dapat dilihat dari semakin sedikitnya masyarakat yang bersedia menjadi petani, dan dikhawatirkan semakin minimnya regenerasi para petani, selain itu juga lahan pertanianpun semakin sempit akibat pembangunan industri, perumahan, dan lain lain. Padalah menurut mereka “Tidak ada petani, tidak ada aktivitas pertanian, Tidak Hidup.”

Semakin rendahnya minat menjadi petani karena kurangnya kesejahteraan petani, pertanian dianggap sulit untuk menopang kehidupan. Bagaimana tidak statement itu diluncurkan karena hal tersebut dirasakan para petani sekarang, bahwa minimnya dukungan fasilitas menyebabkan potensi pertanian tidak dapat digarap secara optimal. Ditambah pengolahan hasil pertanian cukup mengalami kesulitan dalam distribusi hasil panen, karena adanya kesulitan pemasaran, hasil panen petani juga bisa dikatakan ‘tebak-tebakan’, jika hasil panen dan harga jualnya bagus maka dapat menutupi modal. Namun jika hasil panen gagal bahkan sampai harga jual rendah maka pendapatan akan habis menutupi modal para petani seperti biaya pupuk, pestisida yang mahal, serta biaya lainnya yang sering kali mengakibatkan para petani tidak memiliki keuntungan bahkan mengalami kerugian, tidak heran generasi muda tidak berminat menjadi petani. Seperti survei dari CNBC Indonesia

(2022) bahwa sebanyak 33,3% responden menilai bekerja di bidang pertanian penuh risiko yang harus ditanggung, 20% responden enggan bekerja di bidang pertanian karena pendapatannya kecil, 14,8% responden tak ingin bekerja sebagai petani karena merasa tidak dihargai. Sedangkan, 12,6% responden menilai pekerjaan di bidang tersebut tidak menjanjikan, dan 36,3% responden beralasan tidak adanya pengembangan karier dan responden lainnya memilih bekerja di bidang pertambangan, pendidikan, teknologi dan pekerjaan lainnya. 

Penyempitan lahan pertanian disebabkan karena bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri dan perekonomian, sehingga lahan pertanian dialih fungsikan menjadi pembangunan perumahan, pembangunan industri dan pembangunan insfrastruktur lainnya untuk pembangunan ekonomi. Sehingga bisnis-bisnis properti atau industri lainnya semakin membludak. Petani yang dijanjikan harga tinggi akhirnya menjadi tergoda untuk menjual lahan pertanian miliknya. Lalu pendirian pabrik di daerah pedesaan juga menjadi penyebab lahan pertanian banyak yang diambil alih dan dialih fungsikan menjadi bangunan pabrik, selain itu juga pendapatan sebagai seorang petani yang murah karena produksi yang rendah tak jarang para petani pada beberapa daerah di Indonesia rela lahan pertaniannya dijual dan berubah menjadi kawasan pabrik. Selain itu juga lahan pertanian dipakai untuk projek pemerintah. Proyek pemerintah seperti jalan tol, bandara, sekolah, atau yang lainnya mau tidak mau memaksa para petani untuk melepas lahannya. Semakin banyak proyek setiap tahunnya, maka akan semakin banyak pula lahan pertanian yang beralih fungsi. Penyempitan lahan pertanian terjadi di berbagai daerah Indonesia. Dilansir dari kementrian pertanian, lahan pertanian semakin berkurang karena dialih fungsikan menjadi lahan non pertanian mencapai 100.000 hektar per tahun. Apabila lahan pertanian terus menurun setiap tahun akan menyebabkan penurunan produktivitas hasil panen dan berakibat krisis ketahanan pangan. 

Sebagai mahasiswa yang hidup dari hasil pertanian dan perduli pada keberlangsungan pertanian di Indonesia, melihat keadaan pertanian di Indonesia seperti sekarang, mereka masih memiliki harapan untuk pertanian di masa depan lebih baik, bahkan berharap Indonesia dapat menjadi lumbung pangan di dunia, memenuhi pangan dalam dan luar negeri. Maka untuk menciptakan impian itu diharapkan dari mulai sekarang lahan pertanian tidak lagi diambil semeterpun untuk kepentingan pembangunan bahkan untuk kepentingan perekonomian, baik oleh pihak swasta, bahkan oleh perusahaan pemerintah sekalipun. Oleh karena itu, diharapkan pihak pemerintah memiliki komitmen kuat pada sektor pertanian, memiliki kebijakan untuk tidak lagi memakai lahan pertanian untuk dipergunakan dalam pembangunan maupun industri perekonomian, karena kebutuhan pangan lebih penting untuk masyarakat, dan kebutuhan pembangunan industri ekonomi dapat dibangun di lahan non pertanian. 

Begitu juga kesejahteraan petani menjadi hal paling penting, diharapkan pemerintah dan para petani berkolaborasi saling mendukung dalam keberlangsungan pertanian di Indonesia. Pemerintah memberikan fasilitas, bantuan/subsidi biaya bercocok tanam, bantuan intensif, serta membantu proses pemasaran hasil pertanian dengan kebijakan jaminan harga dan lain-lain, dengan begitu para petani memberikan hasil panen yang optimal dan negara bebas krisis pangan dengan selalu mementingkan keuntungan hasil panen demi kesejahteraan

para petani. Selain itu juga, dalam rangka impian Indonesia menjadi lumbung pangannya dunia harus ada pihak akademisi atau para ahli bidang pertanian dan tanaman untuk menciptakan temuan baru tanaman yang berkualitas untuk ditanam para petani dan menciptakan banyak teknologi pertanian guna membantu para petani untuk menggarap pertanian yang lebih maju lagi.

Dari pemaparan impian kolektif diatas saya sangat berharap dengan adanya tulisan ini, pemerintah bisa melirik dan pemerintah memiliki komitmen kuat pada sektor pertanian, memiliki peningkatan kebijakan untuk tidak lagi memakai lahan pertanian untuk dipergunakan dalam pembangunan maupun industri perekonomian, karena kebutuhan pangan lebih penting untuk masyarakat, dan kebutuhan pembangunan industri ekonomi dapat dibangun di lahan non pertanian. Serta para petani dapat sejahtera dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung dan memfasilitasi aktivitas pertanian di Indonesia, dengan begitu pertanian di Indonesia dapat lebih maju dan Indonesia dapat menjadi lumbung pangan untuk dunia.

Ditulis Oleh : Intan Nuraeni (Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050)

Referensi:

CNBC Indonesia. (2022). Terungkap! Ini Penyebab Anak Muda Ogah Jadi Petani. Diakses pada 4 Mei 2023, dari https://www.cnbcindonesia.com/research/20221201110556-128-392831/terungkap-ini-penyebab-anak-muda-ogah-jadi-petani#:~:text=Ragam%20Alasan%20Gen%20Z%20Tak%20Mau%20Menggeluti%20Bidang%20Pertanian&text=Sebanyak%2036%2C3%25%20responden%20beralasan,bidang%20pertanian%20karena%20pendapatannya%20kecil 

DitJen PPI-KLHK. (2023). Luas Lahan Terus Berkurang. Diakse pada 4 Mei 2023, dari https://ditjenppi.menlhk.go.id/dari-media/1841-luas-lahan-terus-berkurang.html