Gunungkidul Menginspirasi atau yang biasa disebut dengan GM merupakan sebuah komunitas muda yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Komunitas yang memiliki konsen di bidang sosial, pendidikan, dan kepemudaan ini lahir dari keresahan yang muncul dalam diri sebagian anak muda Gunungkidul terhadap tempat lahirnya. Gunungkidul yang dulu terkenal sebagai kabupaten yang tertinggal dengan wilayah lain di DIY mengakibatkan muncul berbagai persepsi masyarakat di luar Gunungkidul dengan sebutan kabupaten tertinggal. 

Bagaimana tidak, Gunungkidul dulu merupakan daerah yang sulit sekali mendapatkan air bersih dan sering mengalami kekeringan saat musim kemarau. Belum lagi dengan angka pendidikan bagi masyarakatnya yang terbilang cukup kecil. Masyarakat Gunungkidul yang jauh dari kata layak dalam mendapatkan informasi mengenai pendidikan mengakibatkan masyarakatnya tak begitu serius untuk melanjutkan bangku sekolahnya di jenjang yang lebih tinggi apalagi di bangku perkuliahan. Bagi mereka, mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan uang sudah dibilang cukup untuk menjalani kehidupan.

Melalui kondisi tersebut, di tahun 2012 ada beberapa anak muda Gunungkidul yang berinisiasi untuk membuka kacamata baru bagi masyarakat Gunungkidul terlebih anak muda untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka juga berupaya melalui berbagai kegiatan seperti membuka tempat belajar bersama dan memberikan tempat tinggal sementara bagi anak muda Gunungkidul yang belum memiliki tempat saat mereka mendaftar di Jogja. Melalui kegiatan tersebut, mereka berharap bahwa perjuangan anak muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tidak mengalami hambatan yang cukup serius.

Melalui kegiatan tersebut, bertahun-tahun berupaya mencapai tujuan tersebut mendapatkan akhir yang cukup baik. Dimana saat ini angka anak muda melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mengalami peningkatan. Tak sampai di situ, komunitas Gunungkidul Menginspirasi kemudian mengembangkan sayap pergerakannya melalui berbagai program yang tak kalah baik untuk kebermanfaatan masyarakat Gunungkidul terutama anak muda. Misalnya saja Jagongan Muda, dimana kegiatan ini merupakan salah satu program dari Gunungkidul Menginspirasi dalam mengajak anak muda Gunungkidul berdiskusi dan berbagi pengalaman terhadap situasi sosial yang sedang eksis di tengah-tengah masyarakat.

Ada juga kegiatan Buku untuk Handayani (BUG), dimana kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat Gunungkidul terutama anak-anak yang masih berada di bangku PAUD dan TK. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan angka minat baca masyarakat Gunungkidul bisa meningkat dan dapat juga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Gunungkidul yang masih saja kurang memuaskan. Indeks Pembangunan Manusia sebagai salah satu ukuran dalam melihat kualitas suatu masyarakat di sebuah daerah mengakibatkan hal tersebut perlu diperhatikan. Hal ini bukan hanya untuk melihat seperti apa kesuksesan pemerintah, akan tetapi untuk melihat bagaimana kualitas masyarakat dalam segala aspek kehidupan.

Masih ada juga kegiatan Edu Expo yang memiliki tujuan membuka mata anak muda Gunungkidul untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Pada kegiatan tersebut, selain memperkenalkan bagaimana kehidupan perkuliahan. Kegiatan ini juga memberikan informasi berbagai beasiswa yang pernah didapatkan oleh anggota Gunungkidul Menginspirasi untuk bisa juga didapatkan oleh anak muda Gunungkidul yang lainnya. Dengan begitu, anak muda Gunungkidul yang biasanya tidak melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan dikarenakan masalah biaya maka bisa tercerahkan bahwa biaya tidak sepenuhnya menjadi penghambat mereka dalam melanjutkan pendidikan ke bangku yang lebih tinggi.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Gunungkidul Menginspirasi berharap bahwa program yang telah mereka hadirkan bagi anak muda Gunungkidul bisa memberikan manfaat yang besar. Namun begitu, keberhasilan Gunungkidul Menginspirasi untuk terus menjalankan berbagai program kerjanya tak lepas dari kerekatan anggotanya satu sama lain. Srawung atau kumpul bareng menjadi salah satu kearifan dalam diri Komunitas Gunungkidul Menginspirasi sebagai kunci keberlangsungan Gunungkidul Menginspirasi sampai detik ini. Srawung memiliki nilai yang tinggi dalam keberlangsungan sebuah komunitas, di saat komunitas bisa menjaga ikatan kekeluargaan anggotanya maka dipastikan komunitas tersebut dapat berdiri dalam waktu yang lama.

Selain itu, kemajuan teknologi juga menjadi salah satu hal penting bagi Gunungkidul Menginspirasi mencapai eksistensinya di tengah-tengah masyarakat Gunungkidul. Teknologi yang dipergunakan dengan tepat akan membawa dampak yang baik bagi penggunanya. Begitu juga dengan Komunitas Gunungkidul Menginspirasi, teknologi yang semakin berkembang membuat komunitas ini berusaha sebaik mungkin untuk melebarkan sayapnya. Memanfaatkan teknologi sama saja mereka mengajak anak muda untuk bersama-sama membangun Gunungkidul menjadi daerah yang semakin baik. Selain itu, melebarkan sayap melalui teknologi membuat mereka dikenal oleh banyak orang di luar Gunungkidul. Hal ini terlihat dari beberapa waktu lalu, Gunungkidul Menginspirasi mendapatkan kesempatan untuk diajak studi banding dengan komunitas Muda Bestari yang berasal dari Bogor. Dimana kedua komunitas tersebut memiliki tujuan yang sama yakni dalam hal memajukan pendidikan di daerahnya masing-masing. Studi banding ini tak lepas dari peran teknologi dalam mempertemukan mereka yang sehingga pada akhirnya bisa menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk memberikan masukan terhadap kebaikan satu sama lain.

Meskipun Gunungkidul Menginspirasi saat ini telah menginjak usia yang cukup tua, akan tetapi komunitas ini tetap tidak bisa untuk berdiri sendiri. Komunitas ini masih memerlukan pihak-pihak lain untuk keberlangsungan komunitas Gunungkidul Menginspirasi agar lebih berdampak bagi Gunungkidul bahkan Indonesia. Dampak yang muncul ini nantinya diharapkan bisa menjadi salah satu alasan komunitas anak muda semakin meningkat di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Anak muda merupakan hal yang cukup penting bagi kemajuan suatu bangsa. Seperti yang kita ketahui, presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno pernah bilang “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia.” Hal ini mengartikan bahwa peran anak muda itu jauh lebih besar dan berdampak bagi perubahan suatu bangsa. Untuk itu, untuk memajukan sebuah bangsa maka jangan sekali-kali meremahkan peran anak muda di dalamnya.

Melalui diskusi beberapa waktu lalu bersama Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050, Gunungkidul Menginspirasi mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan harapan dan komitmennya. Dimana dalam video yang dibuat, Gunungkidul Menginspirasi berorasi

Melalui Diskusi bersama Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050. Komunitas Gunungkidul Menginspirasi mengharapkan

  1. Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia baik di Gunungkidul maupun Indonesia melalui komunitas anak muda. 
  2. Tersalurkannya bakat anak muda untuk memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
  3. Adanya dukungan pemerintah dalam keberlangsungan komunitas anak muda. 

Melalui harapan tersebut, komunitas Gunungkidul Menginspirasi berkomitmen 

  1. Pengupayaan pemerintah daerah dalam mendukung setiap misi komunitas anak muda.
  2. Terjalinnya kekeluargaan komunitas anak muda baik di wilayah Gunungkidul, Indonesia maupun dunia. 
  3. Pemberian ruang bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi terhadap berbagai hal yang ada di wilayahnya.

Melalui orasi tersebut, Gunungkidul Menginspirasi mewakili komunitas anak muda mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah setempat dalam segala aspek untuk kemajuan daerahnya. Kolaborasi akan membawa seseorang mencapai tujuan yang lebih besar apalagi di sini pemerintah merupakan pihak yang cukup penting bagi keberlangsungan sebuah komunitas. Selain itu, Gunungkidul Menginspirasi juga berkomitmen untuk memberikan ruang bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasinya bagi daerahnya terutama anak muda Gunungkidul.

Ditulis Oleh : Mohammad Richi Iskandar Saputra (Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050)