Berdiri sejak tahun 2012, Earth Hour Makassar berfokus pada isu lingkungan di kota Makassar. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perubahan iklim, dimana komunitas ini memiliki kampanye masif tahunan untuk menghemat energi sebagai bentuk penanganan perubahan iklim. Hal ini didasari oleh mayoritas pembangkit listrik saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil dimana salah satu pendorong pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca yang dihasilkan. Dampak perubahan iklim yang sangat dirasakan oleh masyarakat Makassar adalah banjir akibat kenaikan curah hujan. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini menghadapi banjir besar setiap kali musim hujan tiba. Banjir di awal tahun 2023 tercatat sebagai banjir terparah selama lebih dari 20 tahun terakhir. 

Faktor lain yang dapat menyebabkan banjir menurut Earth Hour Makassar adalah tumpukan sampah pada sistem drainase. Tumpukan ini dapat mengakibatkan luapan air dari drainase disebabkan lajur air yang terhambat. Di saat musim hujan tiba dimana debit air meningkat drastis, air yang tidak dapat ditampung oleh drainase akan mengalir ke jalan atau rumah warga. Melihat hal ini, Earth Hour Makassar menggalakkan kampanye untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Selain itu sampah plastik merupakan menempati urutan kedua komposisi sampah nasional serta butuh waktu ribuan hingga jutaan tahun untuk sebuah plastik terurai secara natural di alam. 

Lingkungan dan manusia memiliki hubungan yang sangat dekat dan erat. Ikatan ini terbentuk dan berkembang dari segala aktivitas manusia sehari-hari. Oleh karenanya, setiap aktivitas kita akan memberi dampak kepada lingkungan sekitar, sekecil apa pun itu. Relasi kausalitas ini baiknya disadari oleh semua orang untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin parah. Dalam setiap keyakinan juga telah memperingatkan manusia untuk menjaga bumi sebagai ekosistem yang didiami oleh berbagai macam makhluk hidup. Sehingga segala bencana alam yang terjadi adalah akibat dari setiap aktivitas kita. Poin-poin diatas menjadi dasar pemikiran anggota komunitas untuk memberi perhatian lebih pada berbagai isu lingkungan. 

Di sisi lain, jumlah populasi yang terus bertambah juga membawa dampak besar untuk bumi. Penggunaan sumber daya alam akan semakin besar demi memenuhi kebutuhan semua orang. Beban yang diberikan pada ekosistem saat ini merupakan yang terbesar dalam sejarah, dimana terdapat 8 miliar orang dan masih bertambah. Pengelolaan dan penggunaan sumber daya yang berimbang akan menjadi perhatian untuk memastikan setiap individu dapat menikmatinya. Seiring dengan pemakaian sumber daya yang besar, jumlah sampah yang dihasilkan menjadi semakin besar pula. Sehingga, kapasitas dari setiap TPA perlu menjadi perhatian dimana daya tampung di beberapa pembuangan akhir kota metropolitan sudah melebihi kapasitas. Pengembangan teknologi untuk mengurai sampah organik dan non-organik dibutuhkan dalam meringankan beban TPA dari kuantitas sampah yang terus bertambah. 

Sistem ekonomi memiliki dampak besar pada setiap kegiatan manusia. Melihat kerusakan bumi yang terjadi atas aktivitas ekonomi yang berfokus pada industri ekstraktif serta eksploitasi sumber daya alam, beberapa pihak menyodorkan alternatif yang dikenal sebagai ekonomi sirkular. Sistem ini mencoba mengelola produk dengan maksimal dimulai dari pengelolaan bahan baku secara efisien hingga memperpanjang siklus hidup produk dengan cara daur ulang. 

Konten sosial media dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Masifnya pengguna sosial media dari berbagai latar belakang usia memungkinkan informasi tersebar secara luas dan cepat. Sebuah aksi dalam menjaga lingkungan dari pemuda di suatu daerah dapat membangkitkan semangat para pemuda di lain tempat untuk melakukan hal yang sama. Dibalik platform media sosial, terdapat sistem teknologi kompleks yang menjadi pusat perhatian saat ini, kecerdasan buatan. Teknologi ini dinilai mampu memberi beberapa kemudahan bagi manusia dalam menyelesaikan berbagai macam tugas atau masalah yang kompleks. Sehingga, sangat penting untuk kita memahami dan menguasainya. 

Sifat kepemimpinan yang saat ini memiliki visi yang berbeda, dan terkadang bertolak belakang, juga menjadi pendorong atas kondisi tidak ideal kini. Perilaku ini menyebabkan tidak adanya kesepakatan atau kesepahaman sehingga kolaborasi sulit terbentuk bahkan berkembang. Selain itu, akibat dari perbedaan visi adalah terdapat kemungkinan program atau proyek jangka panjang yang telah menghasilkan luaran yang berdampak baik untuk tidak dilanjutkan. Di sisi organisasi atau institusi, perbedaan sudut pandang juga dapat mempengaruhi keputusan untuk saling berkolaborasi atau tidak. Meskipun menjadi hal yang lumrah, tindakan ini diharapkan tidak menjadi hambatan untuk masing-masing instansi untuk membawa Indonesia menuju kondisi sesuai dengan impian. Kini data mempunyai peranan penting dalam hidup manusia. Data memberi informasi awal apakah ekonomi dalam kondisi sehat atau tidak atau apakah tindakan preventif stunting berhasil. Oleh karenanya, kebutuhan data akan terus meningkat setiap tahunnya untuk mengevaluasi program yang telah dijalankan serta dalam menentukan langkah kedepan. 

Untuk mencapai tujuan Indonesia yang lestari pada tahun 2050, sumber daya manusia perlu memahami relasinya terhadap lingkungan dan ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk mencapai tujuan tersebut. Kolaborasi setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk mencapai tujuan ini. Anggota masyarakat, instansi pemerintah, serta komunitas mempunyai peranan masing-masing, namun penting bagi ketiganya untuk berkolaborasi dalam membangun Indonesia yang ideal.  

Pengetahuan dasar pada interaksi manusia dan lingkungan secara umum perlu ditingkatkan. Adanya kesadaran untuk menjaga lingkungan menjadi langkah awal untuk mencapai tingkat lanjutan. Dimana kelompok masyarakat dapat membuat suatu gerakan atau program berkelanjutan yang membawa manfaat bagi mereka dan alam. Pendekatan bottom-up mampu menghindari rintangan politik yang kerap muncul di tatanan pemerintahan. Metode ini juga memberikan keleluasan bagi setiap individu untuk berkontribusi di dalam kelompok yang mereka kenali. 

Kekuatan politik yang dimiliki oleh instansi pemerintahan diperlukan untuk mendukung segala inisiasi yang telah dirumuskan dari akar rumput. Sumber daya yang dimiliki juga mampu untuk memperbesar skala gagasan agar manfaat yang diberikan dapat disebarluaskan. Infrastruktur pendukung yang dibutuhkan mampu diadakan oleh institusi yang memiliki kemampuan finansial mumpuni. Disamping itu, legalitas dalam bentuk produk hukum dapat mempercepat perubahan yang diinginkan. Penting untuk sebuah kebijakan dibuat berlandaskan bukti konkrit untuk mendapat dukungan masyarakat dalam implementasi.  

Earth Hour Makassar beserta komunitas lingkungan lainnya di kota Makassar mampu berkolaborasi untuk menjembatani antara masyarakat dan pemerintah. Sebagai kelompok masyarakat dapat merasa lebih dekat dengan komunitas yang telah lama bergerak di sekitar wilayah mereka, sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Sebaliknya, kelompok ini mengetahui realita yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Data yang telah dimiliki sangat penting untuk mengembangkan kebijakan yang tepat sasaran.

Tahun 2050 masih terasa yang jauh didepan. Namun, penting bagi kita untuk merencanakan sejak dini hingga saat itu tiba. Karena sejarah dapat berulang, kesalahan yang berulang menandakan kita tidak belajar dan untuk melihatnya kita perlu refleksi atas apa yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kemudian, jika ingin menghasilkan perubahan nyata semua pihak perlu menyadari masalah besar saat ini, berdiskusi untuk mencari solusi terbaik, dan berkolaborasi untuk membuat impian itu menjadi nyata. 

Ditulis Oleh : FUAD MAKARIM IMRAN (Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050)

Email : makarimfuad@gmail.com