Impian adalah sesuatu yang diharapkan oleh kebanyakan orang, karena dengan impian orang akan lebih terarah dalam menjalani kehidupan ini. Impian tidak mengenal umur, berapapun umur seseorang tidak ada larangan untuk memiliki impian ataupun cita-cita.

 Impian akan menjadi impian besar jika impian masing-masing digabungkan menjadi impian bersama. Pendiri bangsa ini, Bung Karno pernah mengatakan “Bermimpilah setinggi langit, jika kamu gagal kamu akan jatuh diantara bintang-bintang”. Qoute itulah yang sering digunakan sebagai motivasi oleh kalangan anak muda di Indonesia. 

Anak muda adalah aset yang dimiliki bangsa ini untuk mewujudkan Indonesia maupun dunia yang lebih baik dalam segi apapun. Anak muda akan lebih bersinergi jika berkumpul dan saling rangkul merangkul dalam mewujudkan impian besar. Oleh karena itu, anak muda harus bergabung dalam komunitas yang memiliki banyak aset-aset bangsa agar bersinergi dalam mewujudkan impiannya masing-masing. 

Sebagai anak muda, impian adalah suatu hal yang  berpeluang besar bisa diwujudkan. Bung Karno pernah mengatakan “Beri aku 10 pemuda! niscahya aku akan guncangkan dunia”. Qoute dari bendiri bangsa ini menandakan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh anak muda adalah kekuatan yang sangat luar biasa. 

Organisasi Himpunan Masasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo yang memiliki impian besar untuk Provinsi di mana perguruan tinggi mereka berada yaitu di Provinsi Gorontalo. Impian yang dimiliki organisasi ini sangat sesuai untuk keadaan Provinsi Gorontalo pada saat ini, yaitu semakin banyaknya sampah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga membuat sampah berserakan dimana-mana. Dilansir dari website resmi Gorontalo Post (Zaitun Simanullang 2023), Pantauan Gorontalo Post pada beberapa titik di jalan Gorontalo Outer Ring Rood (GORR), yang saat ini dipenuhi dengan sampah. Padahal pinggiran jalan tersebut bukanlah tempat pembuangan sampah masyarakat. Sebaliknya, dengan dijadikannya tempat pembuangan sampah dipinggiran jalan, maka hal tersebut dapat mengganggu pengguna jalan serta bisa menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.

Fenomena berserakannya sampah di Kota Gorontalo juga di sampaikan oleh anggota DPRD Kota Gorontalo Sucipto Kader yang dilansir dari website liputan6.com Gorontalo pada tulisan (Arfandi Ibrahim 2022), menyoroti buruknya tata kelola sampah di Kota Gorontalo. Banyaknya tumpukan sampah yang terlihat di tepi jalan, membuat dirinya geram. Sucipto mengatakan, banyaknya tumpukan sampah di tepi jalan sangat mengganggu suasana di Kota Gorontalo. Baik dari, kenyamanan masyarakat maupun keindahan Kota Gorontalo.

Berdasarkan isu sampah yang selalu eksis di Gorontalo membuat Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo tergerak untuk membuat impian organisasinya dengan membuat kegiatan Gorontalo minim sampah, sehingga muncullah ide dari para anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan untuk membuat kegiatan rutin aksi jaga bumi dengan melakukan pemungutan sampah disetiap saluran air yang ada disekitar lingkungan kampus, pesisir pantai, serta lingkungan yang terpantau oleh mereka dengan kondisi yang banyak sampah. Organisasi inisering kali bergabung dengan komunitas lain untuk melakukan kepeduliannya terhadap lingkungan. 

Upaya membuat kegiatan Gorontalo minim sampah ini terus berkelanjutan, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan berharap mendapat dukungan dari Pemerintah serta kerjasama antar organisasi peduli lingkungan lainnya dan melibatkan lapisan masyarakat setempat untuk ikut serta dalam kegiatan. Jika aksi ini sudah berkolaborasi dengan baik antar pemerintah, organisasi peduli lingkungan, dan masyarakat, hal ini akan  mewujudkan lingkungan di Gorontalo menjadi  minim sampah. Kegiata ini bertujuan agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya sekaligus mengkampanyekan bahwa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan agar menjadikan sebuah lingkungan yang bersih, asri dan nyaman untuk ditempati. 

Dalam mewujudkan Gorontalo minim sampah, tentunya memiliki strategi atau rencana untuk  mewujudkannya. Oleh karena itu, Anggota Himpunan Mahasiswa Teknik  Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, Indrawati Sapii mengatakan ada beberapa rencana dalam mewujudkan Gorontalo Minim Sampah. “ Kalo dari saya untuk Gorontalo minim sampah ini ada beberapa rencana yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkannya. 1. Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui kampanye penyadaran masyarakat melalui media sosial dan media elektronik agar masyarakat lebih sadar dalam membuang sampah di tempat yang semestinya, tidak membuang sampah sembarangan, dan memilah sampah yang dapat didaur ulang. 2. Pembuatan Tempat Sampah yang Memadai yang cukup untuk masyarakat, terutama di tempat-tempat umum seperti pasar, tempat wisata, taman  kota,dan sebagainya. 3. Peningkatan pengelolaan sampah dengan cara memilah dan mendaur ulang sampah organik dan non-organik. Daur ulang sampah organik seperti daun kering, rumput, dan sisa sayuran dapat dijadikan pupuk organik yang berguna bagi tanaman. Sedangkan sampah non-organik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan lainnya dapat didaur ulang menjadi produk lain seperti tas belanja, hiasan dinding, maupun barang yang berguna lainnya. 4. Penerapan sanksi bagi pelanggar/masyarakat yang membuang sampah sembarangan, seperti denda atau kerja sosial, agar masyarakat lebih disiplin dalam membuang sampah di tempat yang semestinya. 5. Penggunaan teknologi yang ramah lingkungan seperti pembuatan tempat sampah pintar, pembuatan biopori, dan penggunaan energi terbarukan seperti panel surya dapat membantu mengurangi jumlah sampah dan memberikan manfaat lingkungan yang lebih baik. 6. Peningkatan sumber daya manusia dalam bidang pengelolaan sampah, melalui pelatihan dan pendidikan tentang cara pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta cara memanfaatkannya secara maksimal,” kata Indrawati Sapii, Sabtu (6/5/2023).

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Ridho Tegila mengatakan untuk kedepannya organisasi ini  jangan sampai di tunggangi oleh politik, akan tetapi berfokus ke anak muda yang peduli terhadap lingkungan. “Untuk kedepannya saya mengharapkan organisasi ini tidak terpengaruh oleh politik yang mau masuk dalam organisasi ini, akan tetapi lebih fokus pada mahasiswa yang peduli lingkungan atau mahasiswa yang mencintai alam,” kata Ridho, Sabtu (6/5/2023).

Para anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan berharap dari organisasi Ini mahasiswa lebih mencintai lingkungan, sehingga para anggota berharap Gorontalo minim sampah  ini bisa diikuti oleh masyarakat agar kebersihan serta kesehatan lingkungan di Gorontao tetap terjaga. 

Identitas dalam organisasi  adalah salah satu hal yang perlu diwujudkan disetiap organisasi, sehingga dengan adanya identitas, organisasi lebih mudah dikenal oleh orang lain. Fadlan Malo, anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo mengatakan pentinngnya identitas dalam organisasi yang masing terbilang masih sangat muda ini, karena baru 2 tahun berdirinya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan. “Salah satu hal yang sangat fundamental adalah tentang identitas sebagai anak teknik lingkungan dimana setiap mahasiswa yang menempuh perguruan tinggi seharusnya memiliki naluri dan rasa tanggung jawab yang melekat di setiap mahasiswa program studi teknik lingkungan. Masalah lingkungan dan arus globalisasi teknologi menjadi acuan bagi kami sebagai mahasiswa teknik lingkungan banyak sekali masalah lingkungan yang perlu dikaji dan di diskusikan sehingga saya berharap kedepannya kita sebagai anak teknik lingkungan harus secara sadar melihat fenomena yang terjadi serta memberikan feedback yang bersifat kolaboratif atau individual,” kata Fadlan, Sabtu  (6/5/2023).

Setiap komunitas atau organisasi tentunya harus memiliki solidaritas antara sesama anggotannya, karena kerja sama dalam organisasi adalah wajib hukumnya, tanpa adanya kerja sama antar anggota, organisasi tidak akan berjalan dengan baik bahkan tidak akan pernah melangkah maju. Anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, Fadlan Malo mengatakan akan sangat pentingnya solidaritas dalam kehidupan sosial. “Secara sosial hal yang berpengaruh adalah solidaritas antar anggota  dalam menjaga dan merawat komunitas ini,” kata Fadlan, Sabtu  (6/5/2023).

 Sehingga para anggota berharap kedepannya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo terus menjaga solidaritas antar anggota dan selalu melanjutkan kegiatan Gorontalo minim sampah, walaupun keanggotaan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo terus berganti setiap tahunnya.

Ditulis Oleh : Aldy Prasetyo (Penggerak Perubahan Indonesia dan Dunia 2050)

Email : aldyprasetyo6301@gmail.com