Alyaneyda Khoirunnisa Rinandi

16, Pelajar, Jawa Tengah

Seperti kita ketahui, Indonesia akan mengalami krisis iklim yang besar pada tahun 2050. Situasi iklim akan semakin buruk. Oleh karena itu, sebelum hal-hal tersebut terjadi, kita sebagai masyarakat Indonesia dapat mengurangi dampak-dampak tersebut.

Izinkan saya untuk membagikan opini saya tentang topik ini. Menurut saya, kita sebagai masyarakat mempunyai peran penting dalam mengurangi terjadinya “bencana tahun 2050”. Banyak hal yang bisa kita lakukan, antara lain:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik, melalui berbagai sosialisasi yang digalakkan oleh generasi muda, khususnya Green Heroes, dan integrasi pertanian ramah lingkungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
2. Langkah sederhana lain yang bisa dilakukan berbagai kalangan adalah mengurangi sampah makanan. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, sampah makanan di Indonesia tercatat sebanyak 46,35 juta ton, lebih banyak dibandingkan sampah plastik yang berjumlah 26,27 ton. Jadi, selalulah berbelanja dengan bijak, simpan makanan dengan baik dan jangan menyia-nyiakan makanan.
3. Selain pemerintah sendiri, lembaga pemerintah dapat menciptakan berbagai jenis energi terbarukan. Selain itu, pemerintah juga dapat membangun dan memperbanyak PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) di Indonesia, dimana sumber energi utama pembangkit listrik adalah gas metana yang dihasilkan dari sampah. Oleh karena itu, banyaknya sampah di Indonesia tidak hanya diterapkan pada ekonomi biocircular saja, namun dapat dijadikan sumber energi bagi daerah lain.

Demikian opini yang dapat saya sampaikan , maaf jika ada salah kata. Saya berharap opini saya dapat membantu dalam rencana pengurangan bencana tahun 2050 di Indonesia dan di seluruh dunia. Terima kasih.